Setangkai Melati di Sayap Jibril

11:41 AM



Hati-hati setelah kalian membaca kumpulan cerpen ini, jangan sampai kalian tidak bisa membedakan mana yang nyata dan maya. Kumpulan cerpen Danarto ini sudah ada di rak buku ku kurang lebih sekitar 1 tahun. 

Setahun yang lalu, kutemukan kumpulan cerpen ini di salah satu pusat perbelanjaan di Serang, Banten. Melihat nama penulisnya sudah bisa kupastikan isinya pasti menarik ditambah cover bukunya yang sangat unik. 

Saya bingung mau mereview dari mana. Membaca cerpen-cerpen Danarto ini membuat saya mengingat beberapa film anime Jepang yang bergenre fantasi dan semacamnya. Dalam serial One Punch Man, saya teringat sebuah adegan ketika Saitama pertama kali berjumpa dengan Monster Kepiting, ia menganggap biasa kehadiran sang monster yang berada tepat di depannya.


Membaca buku ini membuat saya semakin ngefans sama Eyang Dan. Dalam Kumcer ini Danarto membahas banyak hal seperti Palestina sampai Paris, Nabi Sulaiman sampai Fir'aun kemudian Glundung Pringis dan Banaspati, sampai robot Hologram. Dari kenangan masa kecil sampai tragedi berdarah. Dan tentunya juga seperti judulnya, ada malaikat Jibril!

Dengan gaya bertuturnya yang khas, Danarto mengajak kita berpikir kritis sekaligus menertawakannya. Sejak dulu cerpen-cerpen Danarto, cenderung menghadirkan hal yang non-real, yang tak nyata, ke dalam bingkai kenyataan. Yang real dan non-real mewujud bukan sebagai sesuatu yang saling bersentuhan, tetapi justru sebagai yang paling bertentang, bukan “dua dunia” yang tidak saling bersentuhan, tetapi justru sebagai yang saling berkelindan, jalin-menjalin, pengaruh-mempengaruhi.

Di kumpulan cerpen ini Danarto membahas berbagai hal, dari pusingnya dunia bila kloning benar diterapkan. Kerusuhan Mei98 yang pada waktu itu belum terjadi. Hingga penerawangan Danarto tentang dunia masa depan yang penuh polusi. Hal ini sangat menakjubkan bagi saya. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, lewat karyanya ini Danarto memperkirakan bahwa dunia akan penuh polusi. Sehingga semua orang memakai masker. Hal ini sesuai dengan saat ini dimana global warming dan kabut asap terjadi dimana-mana.

Ini beberapa cerpen yang patut kalian baca sendiri.

- Lempengan-lempengan cahaya
Bercerita tentang gadis palestina. Diawali dengan peristiwa turunnya Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan dua ayat(18 & 19) Surat Ali Imran

- Paris Nostradamus
Saya rasa cerpen ini juaranya

- Surga dan Neraka
Surga dan Neraka itu bukan tempat. Jika ada yang mengartikan suatu tempat. itu salah

- Matahari Menari, Rembulan Bergoyang
Tentang umat islam di Indonesia saat ini


Saya banyak melihat cerita yang tak lazim di buku kumpulan cerita Setangkai Melati di Sayap Jibril, ini. Namum setiap tokoh dalam cerita buku kumpulan cerpen ini menganggap hal itu sebagai sebuah kewajaran yang dapat diterima dengan nalar dan akal sehat. 

Sejujurnya saya belum bisa menentukan genre yang pas untuk buku antologi ini karena sang pengarang, memunculkan kisah-kisah sufis, mistis, surealis namun penuh nafas kehidupan. Gaya penulisannya juga membuat sedikit bingung apakah cerita yang disampaikan benar nyata atau hanya karangan belaka tanpa menghilangkan unsur sastra yang terkandung dalam setiap ceritanya. Semoga kumcer ini membuat kuta mampu membedakan mana yang nyata maupun maya. Selamat membaca.  

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe