Prajurit Jaga Malam “Ngopi”

3:44 PM



Senang rasanya dapat berkumpul dan bersama-sama belajar agama dengan rekan-rekan lainnya. Sebenarnya tidak ada alasan untuk enggan belajar agama. Jika memang kita sulit hadir di majelis ilmu karena kesibukan, berbagai media saat ini telah memudahkan kita untuk belajar. Semuanya jelas tergantung keinginan kita untuk memanfaatkan waktu serta media-media yang ada. Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan jangan menunda-nunda waktu karena kita tidak tahu apakah Allah SWT masih memberikan kita kesempatan untuk berada di dunia ini. 

Alhamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'AlaihiWasallam-, keluarga dan para sahabatnya. Tidak gampang melewati hari-hari tanpa dosa karena kita bukanlah malaikat yang terjaga dari dosa. Dosa merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari selama kita hidup di dunia. Karena itu, Tuhan membuka pintu tobat sebesar-besarnya. Seandainya dosa itu berbau bias dibayangkan tidak akan ada yang mendekat dengan kita atau sebaliknya. 

Hal-hal  yang baik yang telah kita kerjakan bukanlah alat tukar untuk dosa, melainkan sebuah harapan untuk diampuninya dosa. Karena itu, meskipun saat ini kita berdosa, belajar adalah bentuk kesungguhan kita menghapus dosa. Oleh karena itu secara rutin, setiap minggunya kami menggelar NGOPI (Ngobrol Perkara Islam) dengan lokasi yang berpindah tempat, demi mempererat silahturahim antar karyawan dan teman-teman lainnya. Ngopi merupakan wadah silahturahmi dalam mengenal islam tentang syarat, aturan dan ketentuan-ketentuannya untuk di implementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. 

Kegiatan ini biasanya dimulai setelah selesai shalat Isya, secara bersama-sama teman-teman membaca Ratib Al-Hadad kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Hadis Arbain An-Nawawi. Usai pembacaan dilanjutkan dengan diskusi seputar perkara islam. Kegiatannya dilaksanakan setiap malam Sabtu dengan pola diskusi, jadi masing-masing teman dapat mengutarakan apa yang ada dipikirannya baik sesuai dengan tema atau hadis yang menjadi pembahasan maupun diluar dari pembahasan. 

Mengutip salah satu tulisan pengajar di Pesantren Darut Tauhid, Malang dalam artikelnya yang berjudul Berbahagilah bagi Anda yang Rajin Shalat Dhuha. Menurutnya, “Kita pernah bertemu dengan orang baik atau orang yang menganggap diri kita baik. Benarkah? Sesungguhnya bukan kebaikan yang disandang, tapi ada kekuasaan Tuhan yang menutupi aib, kesalahan dan dosa-dosa kita sehingga tidak tampak. Kita tidak bisa bayangkan seandainya Tuhan tidak menutupi borok kita itu. Seandainya dosa itu berbau, maka tidak ada orang yang mau dekat dengan kita karena tidak tahan dengan baunya. Masihkah kita merasa baik? Kita hanya bisa minta kepada Tuhan agar menutupi kesalahan-kesalahan kita seperti yang terucap dalam doa diantara dua sujud. Ada 7 permohonan kita, satu di antaranya adalah WAJBURNI (tutupilah kesalahanku) dan Allah mengabulkan permintaan itu.” 

Semoga Allah SWT senantiasa memberi hidayah demi hidayah-Nya kepada kita!!!

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe