Ciuman Dibawah Hujan “Lan Fang”

10:31 AM


Salah satu yang membuat novel ini istimewa yakni penulis membuka kisah dalam buku ini dengan sebuah pengantar yang manis. "Kebetulan" sepertinya menjadi inti dari sebuah pengantar. "Kebetulan" jualah yang membuatku mengenal penulis ini. "Kebetulan" ada kesempatan main ke Pasar Senen Jakarta. “Kebetulan” ada  diskon ditumpukan lapak buku yang saya kunjungi dan "Kebetulan" kehabisan bahan bacaan membuatku tertarik untuk mampir , dan menemukan sebuah novel dengan tema politik saat membaca synopsisnya. "Kebetulan" saya bawa uang cash yang lumayan untuk membayar kedelapan buku tersebut.


Aku menemukan buku ini di rak buku-buku diskon di lantai 3 Pasar Senen Jakarta. Sudah lama saya mengimpikan dapat membongkar tumpukan buku-buku lama di tempat ini. Pagi itu saya membeli sekitar delapan buku salah satunya tulisan Lan Fang. Setelah membaca tema politik di sinopsisnya, membuatku semakin penasaran untuk membacanya. Karena jarang sekali menemukan buku seperti itu ditambah terdapat kata-kata yang mengiming-imingiku tentang membongkar bobroknya politik. Sepertinya sangat cocok untuk tema kondisi Indonesia khususnya Jakarta yang beberapa pekan kedepan dilaksanakan Pilgub.

Novel ini bercerita tentang Ari, politisi bermata matahari yang tidak pernah mampu menangkap asap. Juga tentang Rafi, politisi berkaki angin yang terjebak basah gerimis. Dan tentang Fung Lin yang menantikan laki-laki yang akan menciumnya di bawah hujan.

Fung Lin jatuh cinta pada Anto sahabatnya saat kuliah dulu. Karena Anto berbeda dengan yang lainnya. Anto selalu menemaninya di perpustakaan, menyediakan bangku untuk berdua. Berbeda dengan kawan-kawan lelaki yang hanya mendekatinya saat membutuhkan bahan kuliah dan saat ujian. Anto sering mengajaknya makan bakso dan sesekali memesan bakso untuk dibawanya pulang. Mereka tidak pernah pulang bersama, hanya beriring hingga gerbang kampus lalu berpisah. Anto hanyalah penggalan masa lalu yang membuatnya teringat akan kisah lamanya saat bertemu dengan Ari. 

Fung Lin jatun cinta pada Ari, politisi bermata matahari yang tak mampu menangkap asap. Bersamanya Fung Lin merasa nyaman tanpa pernah mengingatkannya kepada hal-hal yang ingin dilupakannya dengan susah payah. Sosok Ari sangat jauh berbeda dengan para anggota dewan yang dikenalnya. Begitu biasa dan menyatu dengan lingkungan. Ari selalu membuatnya tertawa. Ari jugalah yang membuatnya mengenal dan menyukai sosok Rafi. 

Fung Lin jatuh cinta pada Rafi, politisi berkaki angin yang terjebak basah gerimis. Karena saat ia tersenyum, maka itu bener-benar sebuah senyuman.Bukan hanya bibirnya yang tersenyun, namun juga matanya. Karena Rafi memperhatikan dirinya dengan tulus. Hanya pada Rafi Fung Lin mau menyatakanperasaan yang sesungguhnya, ia sudah tak mampu membendung perasaannya lagi." Aku ingin kau peluk dan cium di saat hujan, Raf" Ungkapnya tanpa malu,canggung dan kikuk.

Novel ini terbilang cukup unik, karena dalam novel ini terdapat sebuah draf novel yang ditulis oleh sang lakon utama Fung Lin,yang juga menjadi bagian dalam keseluruhan novel ini. Kisahnya juga luar biasa, sangat cocok dengan aktivitas dua lelaki dalam kehidupannya, Ari dan Rafi. Ini adalah kali pertama saya membaca karya Lan Fang. Salah satu quote yang paling saya suka, yaitu di fragmen flash back ketika Fung Lin ketahuan mencuri jeruk di pasar dan diminta oleh Mama nya untuk mengembalikan jeruk tersebut.

"Tikus tadi mencuri. Walaupun hanya remah-remah, ia tetap mencurinya. Dan selamanya tikus hanya akan mendapat remah-remah. Tikus hanya bisa sembunyi-sembunyi karena ia mencuri. Dan tempat yang pantas untuk pencuri adalah di kegelapan. Lin, kamu tidak akan pernah menemukan tikus yang berani menatap matahari."

Yang membuat novel ini istimewa adalah walau banyak terdapat dialog dan perenungan politis, namun Lan Fang tetap menyusupkan aroma romantisme lewat kalimat-kalimat puitisnya dengan metafora angin, hujan, matahari, pohon, dan sebagainya secara tepat sehingga sesuai judulnya yang romantis dan sepertinya novel ini mendapat tempat di hati para penyuka novel roman.

Secara keseluruhan, novel ini membuat saya ingin cepat-cepat menghabiskannya. Dari segi penulisan, saya belajar banyak dari buku ini. Diksinya indah, majas keren, bahkan penamaan babnya pun bagus. Kisah cinta dalam novel ini dibuat dengan aneka kiasan yang bermakna indah, buku ini bagus untuk belajar menulis.

Seperti apakah seorang laki-laki bermata matahari yang senantiasa mengejar asap, walau tak kunjung teraih. Atau bagaimana langkah seorang politisi yang berkaki angin, namun terjebak basah gerimis. Dan bukankah kita semua menanti seseorang yang akan mencium kita dibawah hujan? Selamat berburu novel Lan Fang!!!

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe