'Labirin Rasa' Beri Ruang Untuk Hati Temukan Cintanya!!!

11:58 AM

Setelah menulis, pelan-pelan saya menyukai membaca. Akhirnya jadi lebih sering membuat resensi  buku yang telah kubaca di blogku. Labirin Rasa karya perdana Eka Situmorang seorang travel blogger terbilang sangat menarik. Ide ceritanya yang fresh, menganalogikan cinta ibarat labirin rasa.
Kayla adalah gadis yang cuek, blak-blakan, bebas, dan mandiri. Demi berlibur dari segala kegiatan akademis yang memojokkannya sampai IPK-nya menjadi nasakom, ia pergi berlibur ke rumah eyang putrinya di Yogyakarta. Dalam perjalanan tersebut ia bertemu dengan laki-laki yang memikat hatinya, Ruben. Kayla pun menerima buku usang peninggalan eyang kakungnya tentang suatu ramalan mengenai dirinya saat ia tiba di rumah eyangnya di Yogya.
Perkenalan itu berlanjut, Ruben menjadi pemandunya di Yogya. Kayla sampai percaya, bahwa Ruben adalah pangerannya seperti yang eyang kakungnya katakan di ramalan. Tapi sayangnya, saat Kayla mengatakan perasaannya pada Ruben, laki-laki itu malah memilih pacarnya, Veni, yang kelasnya jauh di atas Kayla.
Demi melupakan Ruben, Kayla rela berpetualang ke sana-sini. Mulai dari Bali, Lombok, Medan lalu ke Makassar .Dalam setiap kunjungan ia bertemu dengan seorang pria, nampaknya keberuntungan selalu menyertai perjalanan Kayla. Lalu karena suatu kejadian yang tidak mengenakkan, Kayla akhirnya sadar. Ia pulang kembali ke Jakarta demi meluruskan kembali hidupnya. Di mulai dari kuliahnya, lalu cintanya yang ternyata ada di dekatnya.

Dialog-dialog yang terjadi antar tokoh dalam novel ini terasa begitu hidup, apa adanya, lugas, dan terkadang mengejutkan. Begitu selesai membaca novel ini, barulah saya paham kenapa judulnya ‘Labirin Rasa’. Jika melihat pengertian Labirin menurut KBBI, maka apa yang dialami oleh tokoh sentral dalam novel ini lebih merujuk pada sesuatu yang sangat rumit dan berbelit-belit; yaitu si tokoh yang bingung karena dihadapkan pada beberapa pria yang menginginkan dirinya. Ditambah dengan kenyataan bahwa sinyal pesan yang diwasiatkan kakeknya ternyata memiliki kesamaan antara pria-pria yang ditemui Kayla.

Labirin Rasa dikemas dengan emosional dan penulis sangat cerdik menyelipkan sebuah puzzle dalam seluruh rangkaian cerita ini, yaitu surat wasiat yangkung tentang Pangeran Fajar, si calon suami Kayla yang misterius. Hingga akhirnya Kayla harus menyusun sendiri keping demi keping puzzle itu agar akhirnya sesuai dengan yang digambarkan dalam surat wasiat tersebut.
Bagi yang ingin mengalami “sesat” dalam ruang cinta, Labirin Rasa bisa menjadi referensi. Tak selamanya cinta menemukan bahagianya begitu saja. Tersesat dalam petualangannya bisa menjadi bumbu kenangan yang kemudian mendewasakan secara tidak langsung. Tak ada bahagia jika kecewa tak pernah terasa, begitupun kecewa akan berangsur menghilang berganti bahagia ketika mampu lepas dari sesatnya rasa yang menyergap dalam hati. "Cinta itu ibarat labirin rasa, semakin kamu ingin keluar, semakin jauh kamu tersesat." - hal. 185" Jadi lebih baik dinikmati saja proses cinta itu. Tapi, jangan membabi buta sampai melanggar norma yang ada.

Secara keseluruhan Labirin Rasa sangat rekomendasi untuk yang gemar membaca romance maupun khalayak muda penyuka traveling. Pasalnya, penulis membawa kita berkeliling mengenali beberapa kota Indonesia hingga ikut merasakan tempat yang dikunjungi oleh Kayla dalam alur ceritanya. Disamping itu juga mampu memberi kita semangat untuk selalu berjuang keras untuk mencapai sebuah cita – cita dan cinta yang didambakan. Selamat mebaca!!!!

Judul Buku : Labirin Rasa
Penulis : Eka Situmorang-Sir
Penyunting : Faisal Adhimas
Penerbit : Wahyumedia
Tebal : 394 hal
Cetakan Pertama : 2013
ISBN : 979-795-753-5


You Might Also Like

0 komentar

Subscribe