Perempuan Sore Penikmat Senja

5:39 PM

Aku mengenalnya setelah senja, saat semua yang tak terlihat menjadi nyata. Kupastikan saya sudah tahu namanya dan bercerita banyak dengannya sambil melukis senja. Hhahahaha… kemari.. liat sini… 1….2…3…. senyum…senyum… begitu saya menyapa senja.

Sebelum bertemu senja sudah kupastikan langit tetap cerah, secerah langkah kaki saya menuju ke tempat itu bersama perempuan sore.  Benar, ini cerita dari keinginan saya melukis senja meskipun  sebentar dan tentu saja sama dengan senja yang kalian lihat biasanya. 

Bukan mengenai angin barat dan timur yang mengarahkan kami, bukan pula mengenai gemuruh ombak dan bau pasir pantai yang kami cium lebih awal. Bagaimana caranya agar aku bisa mengejarmu perempuan sore. Agar bisa berada di sebelahmu menatap lurus ke arah senja. Tidak usah bicara, walau sesekali kau ingin bertanya, “untuk apa”. Yang pasti untuk esok yang lanjut dan hari ini.
Sepertinya senja tidak begitu bagus karena berada dibalik bangunan dan pepohonan itu, ucapnya sambil memandang kearah senja. Kukatakan sambil menatap perempuan sore yang sering kusebut dia, “tenang saja sebentar lagi ia akan bergeser mengikuti langkah kita atau bergerak semaunya dia.”  

You Might Also Like

2 komentar

  1. cie..cie....akbar punya pacar baru...horeee...lamar bar..lamar....#ayonikahbar

    ReplyDelete

Subscribe