Let’s Take Action E-Waste!!!

11:42 AM

Gaya bertututur khas anak-anak saat menceritakan pengalamaannya bersama teman-temannya dalam melakukan riset hingga menghasilakan karya E-Waste disalah satu stasiun TV nasional, membuat saya penasaran bagaimana cara Rafa Jafar (RJ) bocah 11 tahun yang mengajak kita untuk mengumpulkan sampah elektronik melalui program Drop Box nya yang tentu dimulai dari sekolahnya sendiri.

Dalam buku ini disebutkan ide penulisan E-Waste ini ketika RJ menonton film Wall-E. RJ mencoba membayangkan kalau semua lahan akan tertutup oleh sampah dan lingkungan tempat manusia hidup penuh dengan polusi dan barang-barang elektronik yang menggunung. RJ mengobservasi gaya hidup masa kini yang tidak bisa lepas dari penggunaan alat elektronik, khususnya gadget seperti handphone, laptop, tablet pad dan asesorisnya seperti charger, baterai dan masih banyak lagi.
Setiap orang umumnya memiliki dua gadget yang selalu dibawa-bawa dan dipakai. Ketika alat elektronik ini sudah tidak terpakai lagi dan dibiarkan menumpuk, maka akan menjadi E-Waste. Jika E-Waste ini dibiarkan menumpuk begitu saja dan diperlakukan sembarangan maka komponen yang mengandung racun dapat membahayakan mahluk hidup, misalnya membuang baterai di tempat sampah bukanlah cara yang tepat karena baterai bekas mengandung racun yang bisa mencemari lingkungan.
Di bab 3, Let’s Take Action. RJ mengingatkan agar kita perlu berhati-hati dalam menanam, membakar dan menghancurkan komponen  e-waste yang tergolong B3 (Barang Beracun Berbahaya), diperlukan manajemen pengolahan e-waste yang tepat agar tidak mencemari lingkungan.  Ia juga menjelaskan tentang solusi pengolahan e-waste yang mudah dan dapat kita lakukan seperti jual tambah, diperbaiki, diloak, diberikan kepada orang yang membutuhkan, dikumpulkan untuk diberikan ke tempat pengolahan e-waste atau menyimpannya di dropbox yang biasa ditempatkan di lokasi yang strategis.

Akhirnya berawal dari project sekolah dan motivasi dari kakek serta mamanya,  RJ menulis buku ini untuk menginspirasi dan menumbuhkan kesadaran agar kita bisa beraksi dan berbuat sesuatu untuk mengolah E-Waste dengan tepat.  Buku ini mudah dicerna dan cocok untuk mengenalkan anak-anak akan  sains dan pengaruhnya pada kehidupan. RJ menulis untuk mengajak anak-anak Indonesia berkreasi menghasilkan karya, mulai dari hal yang sederhana sehari-hari seperti buku diary dan tugas proyek sekolah.


You Might Also Like

3 komentar

  1. Berhati-hati dalam menanam, membakar dan menghancurkan komponen e-waste yang tergolong B3 (Barang Beracun Berbahaya)..
    Mari kita Bergerak..!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya harus dimulai dari lingkungan sekitar dulu khususnya di rumah masing-masing.Jangan sampai sampah elektronik juga menggunung. Let’s Take Action E-Waste!!!

      Delete
    2. Artikel ini baru saja dimention oleh admin Twitter @ewasteRJ

      Delete

Subscribe