Ketika Hati Saling Bersilang “SUKI DESU”

11:41 AM

Awalnya hanya liat-liat, berhubung tidak banyak buku yang ditawarkannya. Minggu pagi usai jogging, sekitar 5 atau 6 bulan lalu saya membeli novel ini di penjual buku keliling di pinggir jalan. Waktu itu saya memang sedang mencari novel yang bernuansa Jepang. Ternyata setelah beli saya baru sadar kalau ini kumpulan cerpen. Tapi it’s ok lahh karena ada beberapa cerpen yang saya suka. Saya jadi ingat si bapak penjualnya bilang, “Suka baca yahh mas…, suka nulis juga yahh,  mau cari novel apa!!!”  Lumayanlah mas, lagi nyari novel bernuansa Jepang.

Sontak si bapak berlari cepat tanpa berbicara sepetah kata pun ke mobil yang jaraknya kurang lebih sekitar 5m, kemudian mengambil satu buku yang telah dibungkus koran. Ini mas ada barangnya, judulnya Suki Desu. Ini buku lama dan sebenarnya sudah dipesan orang sejak 3 minggu yang lalu cuman belum diambil juga sampai sekarang. Kalau gitu buat mas ja, gimana… ceritanya bagus dan murah kok mas, daripada beli di tempat lain.

Ok pak, ntar yahh kulihat dulu siapa penulis bukunya. Ucapku sambil memeriksa buku itu. Si bapak langsung duduk kemudian berteriak lagi menjajakan dagangannya. Beberapa menit kemudian dia kembali membuka percakapan. Suka novel bernuansa Jepang yahh mas, mirip anak perempuanku yang kuliah di Malang. Dia juga suka baca bahkan sering kali bahkan merekomendasikan buku-buku baru untuk dijual, sementara buku yang ada saja belum habis terjual mas.

Belum selesai si bapak menjelaskan, kupotong pembicaraannya ”masa sihh pak”, ucapku dengan nada sedikit heran. Iya pak harusnya buku baru yang dijual, agar orang-orang lebih tertarik. Mendengarku berkata seperti itu, si bapak tertawa, hahahhhaa… hahahaha…. Gak mungkin mas, minat baca anak-anak saat ini sudah berkurang bahkan mereka lebih senang menonton film di bioskop ketimbang membaca buku sejarah atau novel film tersebut. Hari semakin terik pengunjung pasar pagi yang hanya ada disetiap minggu berangsur pulang. Banyak pengalaman yang dibagikan bapak ke saya bahkan ia memberikan kontaknya dengan harapan saya bisa mendapatkan buku-buku lawas yang mungkin sudah tidak ada lagi dibeberapa toko buku.
Balik lagi ke buku Suki Desu. Menurutku buku ini menarik, didalamnya banyak cerita-cerita yang romantik-inspiratif, sekaligus memperkenalkan macam-macam budaya Jepang yang begitu indah meskipun beberapa penggambaran latar tempat dan waktu dibeberapa cerpen tidak jelas sehingga kadang membingungkan ditambah beberapa cerpen yang memiliki kemiripan tema seperti ‘Hanabi’ dan ‘My Girlfriend is My Antifan’, yang dimana keduanya berujung pada perayaan tahun baru dimana langit Tokyo dihiasi kembang api.

Dari semua judul cerpen yang sangat kusukai "Cerita di Balik Jendela". Si cowok yang saat itu buta, diceritakan oleh si cewek mengenai apa-apa saja yang terjadi di balik jendela tempat mereka diopname. Si cewek bercerita tentang segala macam, mulai dari penembakan seorang cowok di taman, penolakan, pernyataan cinta yang diterima, anak-anak kecil, dan sebagainya. Semua itu tentu saja membuat sang cowok senang. Ya, siapa yang tidak senang jika diberi cerita seperti itu?

Setelah itu, si cewek meninggal. Kedua orang tua cewek tersebut datang mengunjungi sang cowok dan memberikan foto si cewek pada si cowok supaya setelah butanya hilang, sang cowok dapat melihat wajah sang cewek. Setelah itu, si cowok bertanya ada apa di balik jendela pada ayah sang cewek. Dengan heran, ayahnya berkata bahwa di balik jendela hanya ada tembok putih yang artinya selama ini si cewek hanya mengarang cerita soal taman di balik jendela.
Secara keseluruhan cerita-ceritanya unik, menyenangkan, dan seringkali membuat iri setengah mati, hahhahaha. Cerita didalamnya dikemas dalam bahasa yang ringan dan lugas. Kalimat demi kalimat yang disusun secara runtut dan bahasa yang komunikatif dalam setiap cerpen mampu memudahkan kita  untuk memahami isi cerita. Istilah-istilah dalam bahasa Jepang yang digunakan memiliki arti bahasa Indonesia yang terdapat dibagian bawah halaman. Selain membantu kita memahami isi cerita, kita juga dapat menambah wawasan pengetahuan, seperti pengetahuan akan kosa kata dan budaya Jepang. Pantas saja buku karang Koko Ferdie ini menjadi salah satu cerita terbaik dalam lomba JAPANINLOVE DIVA Press 2013 yang diikuti ratusan penulis muda berbakat.


You Might Also Like

0 komentar

Subscribe