Warna-Warni Tahun Baru Di Kota Satu Garis!!!

2:03 PM

Suara terompet dan langit yang gelap dihiasi dengan aneka pancaran kembang api yang saling berganti bersahutan. Masyarakat tumpah ruah turun ke jalanan ada orang tua membawa anaknya, yang muda yang berpacaran membawa pacarnya, yang jomblo  tetap ikut merayakan dan menyambut datangnya tahun baru yang sering diibaratkan warna baru, harapan baru dan sebuah perubahan di tahun yang baru pula.


Seperti tradisi…, maksudnya sebuah moment yang datang satu kali dalam satu tahun yah… malam tahun baru, malam yang penuh keramaiaan, malam yang penuh dengan berbagai macam acara. Seperti pepatah “Lain lubuk lain ikannya”, begitu pula ragam perayaan menyambut tahun baru. Kali ini berbeda dari tahun sebelumnya dimana saya menghabiskan malam dengan membaca atau menonton tv sampai ketiduran dan tidak ada yang terlalu berkesan.
Menjelang detik-detik perpindahan tahun 2016 saya berkeliling diseputaran Kota Satu Garis (Batulicin) ternyata sangat ramai. Lalu lintas padat merayap tapi gak kayak di kota besar juga cuyy macetnya. Saya kira warga Batulicin hanya kerja, kerja, dan kerja tapi ternyata tidak. Mereka juga menyediakan waktu untuk berkumpul bersama keluarga dengan berbagai macam acara, entahlahh. Warna-warni lampu Tanah Bumbu Education Park membuat mata saya berhenti dibahu jalan. Bangunan yang berdiri disamping Pasar Minggu ternyata sangat bagus dan sepertinya ini bisa menjadi salah satu alternatif berlibur bagi keluarga terlebih lagi buat pendatang seperti saya. Malam semakin larut saya berkeliling disekitar taman itu dan mem-foto beberapa sudut Tanbu Education Park yang masih dalam proses pengerjaan. Satu jam menjelang pukul 00.00 WITA saya menuju ke lapangan Kompi Plajau, diperjalanan perut saya terasa lapar meskipun pantang bagi saya untuk makan malam (hahhaahhah) tapi karena ini malam tahun baru jadi semuanya ikut serba mungkin, tidak ada diet…dan larangan makan!!!.
Tepat disamping lokasi saya makan, ada seorang bapak yang menawarkan terompet miliknya tapi kurang bersemangat. Sambil menawarkan, si bapak juga terus mengulang-ngulang bacaan qur'annya. Sementara pedagang lainnya asik meniup terompet dan berteriak ke tenga jalan menawarkan terompetnya. Tak lama kemudian telpon bapak itu berdering, dia lalu mengangkat handphonenya. Saya melihat ekspresinya sambil membuka topi miliknya, seolah-olah mengatakan "Saya belum bisa pulang menikmati pergantian tahun bersama kalian, terompet buatan kita belum habis terjual" berikut dengan desahan nafas tertahan, sepertinya. Setelah makan, kuhampiri bapak itu dan membeli terompetnya "Pak, masih banyak yahh saya beli tiga pak untuk keponakan" matanya berbinar bahagia, dan beliau tersenyum serta hanya bisa mengangguk saat kutanyakan beberapa pertanyaan. Kulanjutkan perjalanan, sepanjang jalan menuju kompi saya belajar dan berkelekar, “Meskipun sulit harusnya tetap tersenyum karena selalu ada angin yang akan menepis panasnya matahari”.
Akhirnya pergantian tahun saya nikmati dengan dentuman music disco yang sampai sekarang tidak saya sukai dan masih bingung bagaimana cara menikmatinya. Gak masalah niat saya kesini untuk mengabadikan letusan kembang api dengan kamera Fujifilm X-A2 dan kali ja ketemu binian jar orang banjar di acara Glow Fun Run Tanah Bumbu 2016, hhhahaha. Memang tidak semua orang akan merayakan acara tahun baru dengan hura-hura atau keluar ke jalanan bergabung dengan orang lainnya. Yang terpenting seberapa banyak hal yang kemudian dapat kita lakukan di tahun mendatang. Berkarya menjadi nilai mutlak yang harus dilakukan, melalui karya-karya positif pada akhirnya kita benar-benar merasakan kesenangan.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Mantap..dapat bebinian gak jar...Sebelum di daur ulang ditahun 2016.hahahaha....Piss..!!!

    ReplyDelete

Subscribe