Kuat Dan Cepatlah Sembuh Adik

12:31 PM

Minggu, 10 Januari 2016 merupakan salah satu hari terkelam dalam hidupku. Pasalnya baru kali ini salah satu anggota keluargaku ‘saudara laki-lakiku’ masuk rumah sakit dan yang lebih parahnya lagi dokter maupun pihak rumah sakit tidak dapat mendiagnosa sakit yang di derita adik ku."Allahumma wa mudzhiba al-ba'si anta asy-syaafi. Laa syafiya illa syifaauka. Syifaan la yughadiru saqaman."

Adikku kini berbaring lemas dengan alat life support yang membantunya bernapas beserta keteter yang tidak bisa kubayangkan Tuhan. Makin lama perutnya terasa sakit dan membesar, wajahnya memucat, berkeringat lemas dengan kondisi lemas hingga malam tadi. Dia yang saya kenal tidak lemah seperti ini, dari kecil kami diajarkan untuk tidak mengeluh, lemah apalagi sampai sakit hingga masuk rumah sakit. Karena sulit bagi orang tua kami membiayai anaknya saat sakit, apalagi biaya rumah sakit yang makin mahal. Ya Allah maafkan salah hamba dan keluarga hamba.

Maaf ibu….  saya dan ayah tidak bisa melihat langsung kondisi adik ku, hanya melalui telpon serta foto-foto yang dikirimkan ke email ku. Telihat ibuku yang sedih mengingat ini kali pertama terjadi di keluarga kami. Kulihat mama memegang tangannya duduk disebelah adikku. Sungguh pemandangan yang pilu. Kelihatan sekali bahwa adikku membutuhkan mama dan kami semua.
Tangisanku kutahan dan aku berdoa, “Ya Tuhan adikku, adikku, beri kesehatan kepada adikku” . Dia masih kesakitan dan beberapa kali meronta seperti ada yang menendang dalam perutnya, ia setenga sadar. Ingin sekali kudengar suaranya namun belum bisa. Aku berulang kali ngomong dan kusuruh orangtua menyimpan ponsel di dekat telinga adikku, “Halo dek, kakak di sini sama seperti yang diucapkan ayahku di ujung telpon dari Papua sana. Jangan takut ya, kamu gak sendirian. Minta pertolongan Tuhan, dek. Jangan takut ya. Kakak percaya kamu bisa. Kakak yakin kamu bisa dek.”
Kami berharap kau lekas sembuh. Rumah sakit bukanlah tempat untuk bermain. Beristirahatlah dengan baik hingga sembuh dan kembali bersama kami lagi. Dalam hati kuucapkan kemarin aku ceritakan ke teman-teman sambil menebar benih doa. Semoga dengan semakin banyak yang mendoakan, kamu lekas sembuh dan kita menggelar pesta besar untuk pernihakan saudari kita. Baik-baik yahh dek!!!

You Might Also Like

2 komentar

  1. Semoga Lekas Sembuh ya bar. Dan Semoga Allah Cepat mnyembuhkannya, Amin

    ReplyDelete
  2. makasih pak anjum, superr sekalii

    ReplyDelete

Subscribe