Hari Ini Aku Melihat Dunia Tapi Nanti Dunia Yang Akan Melihatku!!!

1:12 PM

Ini kembali menjadi buku tercepat yang saya baca. Bahkan rencana saya untuk fitness malam tadi gagal karena saking semangatnya membaca pengalaman Roni, Heri dan Sundari dalam buku ini. Buku dengan tebal 192 halaman saya selesaikan selama 2 jam 35 menit. Rasanya seperti rasut dalam cerita mereka. Disamping itu gaya penulisan Ari Keling yang cukup menarik meskipun terlalu banyak kiasan tapi okelahh dan saya pun menikmatinya.

Semua orang pasti pernah merasa gagal, kecewa, larut dan hanyut dalam keterpurukan. Ketika hidup masih menjadi pilihan, maka banyak orang yang merasa pada titik terendah di hidupnya, bisa bangkit karena cambuk semangat dari dirinya sendiri maupun orang-orang terdekatnya. Buku ‘Tiga Anak Matahari Di Bawah Langit Jakarta’ karangan Ari Keling memberikan gambaran bagaimana kehidupan Roni dan Sundari berubah berkat kegigihan dan kerja kerasnya.
"Aku anak matahari .... Aku tak hanya menggantungkan cita-citaku di langit, tapi aku juga berusaha dan berdoa untuk terbang menggapainya … Sebab untuk apa jika hanya menggantungkan cita-cita setinggi langit, lalu duduk memangku dagu sambil sedikit mendongakkan kepala hanya untuk melihatnya, tapi tak pernah berusaha dan berdoa untuk terbang menggapainya? Hari ini aku yang melihat dunia, tapi nanti dunia yang akan melihatku! Sebab aku percaya, jika aku bergerak, Tuhan juga bergerak." Dan di bawah langit Jakarta, semuanya pun bermula.
Sundari meyakini bahwa Tuhan Maha Adil dan Maha Pemberi dengan lebih mendekat saat musibah melanda, derita mendera, serta ikhlas dan tabah menerima semua garis kegagalan itu, maka niscaya Tuhan akan datang dengan pertolongan yang sering tak kita sangka. Meskipun ia sempat menggugat Tuhan saat apa yang direncanakan dan kesenangan yang didapatkan tiba-tiba sirna. Namun dia kembali berkelekar “Bahwa, Dia (Tuhan) mencoba hamba-Nya tentu sebatas kemampuan si hamba. Perhitungan dan rencana-Nya sungguh Maha Benar dan tak pernah salah! Jadikan kegagalan sebuah cambuk semangat berupa cahaya-Nya yang terang mengiring setiap langkah-langkahnya ke depan hingga bertemu dengan orang-orang baik yang mau berbagi dan mengajarinya hingga menjadi penulis bahkan pemeran dalam karyanya yang dijadikan film tentu bersama anak matahari lainnya Roni.  Jadi, jangan pernah menyerah kalah, namun teruslah melangkah untuk menemui berkah-Nya dengan ikhlas membuang segala keluh kesah karena selalu ada angin yang mampu menepis panasnya sengatan matahari.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Terima kasih ulasannya.
    Semoga mau baca novel saya yang lain.

    Salam kenal,
    Ari Keling.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih Ari Keling,

    Salam kenal
    Akbar Mappanganro

    ReplyDelete

Subscribe