Banting Saja Kemurunganmu Di Bulukumba!!!

8:55 AM

Mungkin bagi sebagian orang, berlibur atau field break ke kampung halaman selama 14 hari adalah hal yang membuang-buang waktu. Padahal banyak hal yang bisa dilakukan di kampung sendiri salah satunya bernostalgila maksudnya bernostalgia. Entahlahlah nostalgia dengan teman-teman, mantan ataupun tempat-tempat wisata. Dan liburan kali ini saya mengunjungi Tanjung Bira yang terkenal dengan pasir putihnya dan pusat pembuatan perahu phinisi.

Cerita ini tentunya diawali dari keinginan saya mengunjungi tempat ini, setelah sekian lama tidak menginjakkan kaki di pasar putih bira padahal saya asli Makassar. Perjalanan ke bira saya tempuh bersama rekan kerja saya juga yang kebetulan sama-sama berasal dari Makassar namun ia sama sekali belum pernah ke tempat ini. Hahahaha.. sama-sama bernostalgila di Bira.

Perjalanan dari Makassar kami tempuh kurang lebih 4 sampai 5 jam. Sepanjang perjalanan teman saya menanyakan kapan sampainya… perasaan sangat jauh. Saya jadi berpikir saat itu semoga saja keinginanku liburan di tempat ini bersamanya membuatnya senang. Kuceritakan birunya laut biru dan indahnya bawah laut Pulau Liukang serta hal-hal menarik lainnya disana agar ia tetap bersemangat dan tidak mabuk.
Akhirnya tiba di Bulukumba, Perahu pinisi yang tepat berada di bundaran pusat kota Bulukumba menjadi pemandangan awal perjalanan kali ini. Pertanyaan tentang Makassar terkenal dengan pelaut kulontarkan ke teman-teman sambil menyanyikan beberapa lirik lagu ‘Pelaut’ ciptaan Ibu Sud. “Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudera, menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa, angin bertiup layar terkembang”. Ini salah satu bukti yang membuat hingga saat ini, suku bugis terkenal dengan keberaniannya dalam melaut.
Bau pasir putih dan matahari dari atas pembuatan perahu phinisi mulai terasa. Beruntung saat itu cuacanya sangat baik, gradasi warna langit dan cahaya matahari sangat mendukung terlebih lagi pemandangan lokasi tempat pembuatan Perahu Pinisi dari atas yang bersebelahan dengan pohon kelapa sangat sayang apabila dilewatkan. Dari jauh tampak gugusan pantai-pantai lengkap dengan hamparan pasir putih dan laut biru yang konon kata orang-orang, Tanjung Bira merupakan sepotong surga di ujung Sulawesi Selatan.
Sesampai di pinggir pantai kami langsung mencari tempat beristhrahat untuk menyimpan barang kemudian naik banana boat setelah itu menyewa perahu untuk snorkeling ke Pulau kecil tepat di depan pantai Tanjung Bira yakni  Pulau Liukang Loe. Kukatakan ke temanku “Tenang… banting saja kemurunganmu disini”. Perjalanan ke lokasi snorkeling kira-kira sekitar 40 menit, meskipun tidak dapat mengabadikan alam bawah laut di Tanjung Bira karena ombak yang besar namun kami dapat menyelam bersama penyu tepat di pulau kecil didepan pantai Tanjung Bira. Menurut Bahar pemilik kapal yang mengatarkan kami, “Waktu yang terbaik untuk berlibur ke Tanjung Bira adalah saat musim kemarau, antara bulan Maret- Mei dimana saat itu cuaca cerah, ombak relatif tenang jadi sangat baik untuk snorkeling.”
Awalnya teman saya agak takut untuk turun namun setelah melihat kami bersenang-senang dengan alat snorkeling milik tukang perahu ia tertantang dan memberanikan diri juga ikut bergabung dan mengambang di tenga laut. Tidak hanya itu saja kami juga menyempatkan ke penangkaran penyu yang berada tidak jauh dari lokasi snorkeling. Lumayan lahh, ngibur di tenga laut dengerin teriakan teman-teman saat penyu mendekat ke tubuhnya.hahhhahaha… Snorkeling menutup liburan kami di kampung sendiri. Kami bergegas kembali ke Makassar agar tidak terlalu larut malam. Bagian paling menakjubkan dari trip ke Bira kali ini adalah berlibur bersama-sama teman sekampung yang kukenal di perantauan.
Kalian pecinta pantai, Suka snorkeling, Suka makan, dan suka budaya? Mungkin Makassar dan Tanjung Bira bisa menjawabnya. Berikut beberapa tips saat berlibur ke Tanjung Bira ;

1. Jika waktu libur tidak terlalu panjang, cari penerbangan pertama yang berangkat tengah malam untuk tiba di Makassar pada dini hari dan langsung meluncur ke Tanjung Bira. Untuk sarana transportasi di sana pada jam sepagi itu harus sewa mobil, karena angkutan umum dari Terminal Malengkeri, Makassar, baru mulai operasi sekitar pukul 09.00.
2. Jika ingin perjalanan nyaman dengan harga relatif murah, carilah beberapa teman untuk pergi berlibur bersama agar biaya sewa mobil dan kapal dapat ditanggung bersama. Biaya sewa mobil dari Makassar ke Tanjung Bira  antara Rp500.000 – Rp700.000, sudah termasuk sopir dan BBM.
3. Sewa kapal untuk jemput di Tanjung Bira, mengantar snorkeling, dan mengantar kembali ke Tanjung Bira, antara Rp250.000 - Rp350.000, tergantung negosiasi.
4. Selain Pulau Liukan, Pulau Betang juga perlu masuk agenda snorkeling karena pemandangan bawah lautnya yang bagus.
5. Jika ada waktu lebih panjang, sempatkan mengunjungi kampung tradisional Suku Kajang di daerah Bulukumba.

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe