HUMAN RIGHTS ; BECAUSE WE ARE A REAL HUMAN BEING!!!

8:40 AM

Image from google
Bukan negara atau pemerintah yang memberikan HAM, bukan pula masyarakat yang menciptakannya. Ia ada dan hadir untuk melindungi manusia dari segala penderitaan dan ancaman, karena kita adalah manusia. Manusia yang dilahirkan bebas dan memiliki martabat serta hak-hak yang sama.

Hal inilah yang menjadi dasar manusia harus diperlakukan secara sama adil dan beradab. HAM bersifat universal, artinya berlaku untuk semua manusia tanpa membeda-bedakannya berdasarkan atas ras, agama, suku dan bangsa. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dimana didalamnya terdapat banyak perbedaan. Yang terpenting dari semua ini adalah bagaimana perbedaan ini harus dihormati dan dijadikan sebagai wujud persatuan dan kesatuan untuk membangun bangsa.

Zaman semakin maju dan pikiran manusia makin berkembang, pada kenyataannya hak asasi sering kali dilanggar manusia untuk mempertahankan hak pribadinya maupun kelompok. Hal ini tentu menjadi pertanyaan, sampai kapan kejadian seperti ini akan terjadi dan akan menimpa siapa lagi kemudian sampai sejauh mana penyelesaiannya. Tentu kita semua tidak ingin berada di masa tersebut, dimana terdapat banyak pelanggaran-pelanggaran HAM baik yang ringan maupun yang berat terjadi namun terabaikan.

Beberapa pelanggaran HAM yang masih santer terdengar seperti Tragedi Trisakti dan Semanggi yang terjadi pada tahun 1998 yang ini dipicu oleh krisis moneter dan tindakan KKN yang terjadi saat itu, sehingga para mahasiswa melakukan demo besar-besaran. Kemudian peristiwa bom bali yang menjadi salah satu aksi terorisme terbesar di Indonesia yang terjadi pada tahun 2002 di kawasan Legian Kuta, Bali yang mengakibatkan 202 orang meninggal dunia dan yang paling sering diberitakan sampai saat ini yakni kasus pembunuhan Munir yang merupakan seorang aktivis yang banyak menangani permasalahan hak asasi yang meninggal dalam perjalanan di pesawat saat menuju kota Amsterdam, Belanda. Kejadian ini pun membuat gempar, banyak spekulasi yang bermunculan jika Munir tewas diracun atau dibunuh oleh golongan tertentu. Semoga tidak ada lagi mahasiswa yang tertembak karena memperjuangkan aspirasi masyarakat, semoga toleransi umat beragama diantara kita semakin kuat dan tidak ada lagi Munir-munir berikutnya yang menjadi korban oleh golongan tertentu dikarenakan kepentingannya.

Kini, HAM tidak lagi sekedar menjadi himbauan etis, melainkan Ia hadir untuk melindungi manusia dari segala penderitaan dan ancaman, Ia melindungi si lemah dari penindasan si kuat serta mencegah peradaban jatuh ke dalam hukum rimba, dimana yang kuat memperoleh segalanya, dan yang lemah hancur tak berdaya. Jadi beruntunglah kita sekarang ini, HAM kini telah hadir, telah kuat, dan dapat menjaga kita semua meskipun belum sepenuhnya. Meskipun demikian hal ini tidak akan terwujud tanpa usaha bersama. Jarak antara harapan dan kenyataan terkait dengan penegakan HAM bisa dipersempit dan dijalankan dengan komitmen serta rasa tanggung jawab yang kuat. Saya pikir semua nyata asalkan kita bisa hidup berdampingan, saling tolong menolong bukan menjadi pemangsa hak-hak orang lain yang berkeliaran tak ubahnya vampire penghisap darah. Mari kita kembalikan budaya bangsa Indonesia sebagai budaya Timur yang santun dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika kesopanan. Mulailah kita tumbuhkan rasa malu pada diri kita sendiri. Malu saat kita mengambil hak orang lain, malu saat melakukan hal-hal yang tak sesuai dengan ajaran agama, malu saat kita melakukan perbuatan yang menyimpang dari aturan-aturan. Lebur ego kita, kita tidak hidup sendiri dan mari menjadi manusia yang sebenar-benarnya. BECAUSE WE ARE A REAL HUMAN BEING!!!


Image from google
Langit tiba-tiba menjadi pucat
Awan hitam tebal menggantikan terik matahari yang telah pergi entah kemana
Seketika angin kencang yang berhembus berhasil menepis panasnya sengatan matahari
Apakah hal ini bisa membuka tabir yang masih terhijapi kenafsuan dunia
Apakah kenikmatan yang kita dapatkan dirasakan oleh semuanya
Semoga…. saya, kau, dia dan mereka seberuntung kita semua 
Mari merindukan kembali rembulan yang telah dihijapi awan hitam
Mari menakar penegakan HAM di Tanah Kita

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe