"Bulan Terbelah di Langit Amerika" WOULD THE WORLD BE BETTER WITHOUT ISLAM!!!

2:29 PM

Image from google
Saya jadi ingat, film terakhir yang saya tonton di bioskop kalau gak salah tahun 2009 atau 2010 judulnya 'CHIKA' yang artinya 'Seribu Bunga' dalam bahasa Japan atau China, entahlahh. Akhirnya setelah sekian lama gak ke bioskop, saya memutuskan untuk menonton film ini bersama saudara lantaran telah melihat trailer dan membaca synopsis film ini dibeberapa media online.

Sabtu, 19 Desember 2015 akhirnya terwujud. Kupastikan saya duduk dibarisan terdepan meskipun sebagian orang tidak nyaman, namun menurutku sangat baik tentunya dengan alasanku sendiri. Susah banget nulis tentang film ini tanpa jadi spoiler. Soo, aku cerita aja apa yang aku pikirkan saat nonton film Bulan Terbelah Di Langit Amerika.

Film “Bulan Terbelah di Langit Amerika” menceritakan bagaimana sikap yang diperoleh umat muslim yang hidup berdampingan dengan masyarakat Amerika setelah tragedi runtuhnya gedung WTC 11 September. Dimana seorang jurnalis wanita yang bernama Hanum (Acha Septriasa) harus menemani suaminya bernama Rangga (Abimana Aryasatya) untuk sekolah di Wina. Selain itu, dia juga mendapat tugas dari atasannya yang bernama Gertrude Robinson untuk membuat artikel yang bertema “Would the world be better without Islam?”. Sedikit bergetar plus merinding saat mendengar kata itu diucapkan Rangga ke asisten Brown sebelum meminta wawancara dengannya.

Mungkin diluar sana banyak orang yang menginginkan jawabannya adalah YES atau IYA apalagi dengan maraknya aksi terorisme yang terjadi, tapi tentu saja jawabannya adalah NO dan jawaban inilah yang diperjuangkan oleh Hanum saat bosnya memberikan tugas membuat artikel dengan judul tersebut. Seperempat jam duduk dibarisan paling depan, saya berusaha mencari maksud judul film ini. Usai bagian Hanum dan Rangga sedang bertengkar 'akhirnya saya menemukannya' sepertinya film ini menceritakan pasangan yang terpisah oleh karena “permintaan mereka” sendiri. Namun Tuhan mempersatukan mereka kembali dalam balutan kasih sayang yang tercerai berai karena urusan masing-masing. Secara keseluruhan film menarik, salah satu penutup yang manis untuk film Indonesia di tahun 2015,layak ditonton. Bagi penonton muslim film ini dapat memberikan inspirasi bahwa Islam sebagai “rahmatan alamin”, membawa kedamaian harus dibuktikan dengan perbuatan oleh muslim itu sendiri.


You Might Also Like

0 komentar

Subscribe