APAKAH MASIH ADA NELSON MANDELA DAN GANDHI DI TANAH INI!!!

10:06 AM

Happy new years!!!. Semoga tahun baru memunculkan harapan baru, semangat baru dalam meraih setiap resolusi yang telah kita bangun. Ohh iya… di penghujung tahun 2015  buku dengan cover biru donker pekat dengan gambar kartun monyet-monyet berpakaian ala pejabat itu saya beli di Makassar Town Square saat field break. Saya menemukanya di etalase setelah seorang pengunjung cewek… cantik…. tidak hanya itu saja kami sempet tukeran alamat blog, hahaha… ia memberitahuku sekuel dari karya Tere Liye sebelumnya yakni Negeri Para Bedebah, katanya sih seru.. entahlahh yang penting kenalan.
Ini mungkin menjadi buku tercepat atau salah satu buku tercepat yang kubaca.. ada alasan tertentu pastinya, mengejar deadline buku berikutnya ditambah dengan gentingnya cerita yang memaksa mata ini tak sedikitpun berpaling darinya, hhahaha. Sekali lagi kukatakan, ini seperti membaca kisah 'hongkong heroes', sedikit mirip di latar dan actionnya, namun, berbeda pada nilainya. Setelah membacanya ada beberapa bagian yang saya tidak sukai misalkan karakter Thomas yang sempurna dan dari awal sampai akhir selalu mendapatkan keberuntungan. Memang di awal cerita masih agak membosankan. Mungkin itu alasan kenapa saya gak tertarik nerusin baca sampe selesai ketika baru beli buku itu. Tapi ketika sudah muncul ke inti permasalahan, rasanya bener-bener menegangkan. Kita diajak untuk berfikir, penasaran, dan membayangkan serunya petualangan Thomas, Maryam dan Opa.

Sedikit berkelekar tentang gambaran buku ini, hhahahhaah… disini banyak yang 'lucu' dalam arti, banyak kaitan dengan dunia nyata di Indonesia. Seperti calon presiden yang didukung Thomas yang dulunya Gubernur dan berinisial JD. Siapal lagi kalau bukan Jokowi Dodo.. ^^ Kemudian kasus pembangunan gedung olahraga, yang menurut saya sesuai dengan Kasus Wisma Atlet di Indonesia.Buku ini setidaknya dapat membuka mata kita dan berharap Indonesia akan bersih dengan hilangnya mafia hokum, mungkin…. entahlahh hanya Tuhan dan Dewa-dewa yang duduk disana yang menentukan.

Jarak antara akhir yang baik dan akhir yang buruk dari semua cerita dalam buku ini hanya dipisahkan oleh sesuatu yang kecil saja, yaitu kepedulian. Kepedulian kita hari ini akan memberikan perbedaan berarti pada masa depan. Kecil saja, sepertinya sepele tapi bisa besar dampaknya pada masa mendatang. Apalagi jika kepedulian itu besar, seperti yang dilakukan Opa dalam buku ini. Untuk itu mulailah dengan peduli dengan sesama karena rasa kepedulian saat ini mulai menghilang dari masyarakat. Hal kecil yang kadang terabaikan bisa merubah masa depan. begitu juga dengan politik yang tidak pernah ada habisnya jika dibahas. Bahkan sekarang ini politik tidak segan untuk ‘membunuh’ sesama, saling membodohi, dan memperbudak. Banyak bagian cerita yang membuat tenggorokan tercekat. Dan tentu saja salah satunya, dimana Thomas memaafkan secara tulus Om Liem, Om Liem yang akhirnya tobat, semua cerita kakek Thomas itu dibuktikan dengan kemunculan Lee, kehangatan keluarga dan tentu saja runtuhnya musuh bebuyutan Thomas.

Lantas, siapa yang sebenarnya memiliki sebuah partai politik? Karena lihatlah, bukankah ada banyak partai politik di negeri ini yang tidak ubahnya seperti kerajaan. Sepertinya politik tidak lebih hanya permainan terbesar dalam bisnis omong kosong, industri artifisial penuh kosmetik yang pernah ada di dunia. Apakah ada di dunia ini seorang politikus dengan hati mulia dan niat lurus? Apakah masih ada seorang Gandhi? Seorang Nelson Mandela? Yang berteriak tentang moralitas di depan banyak orang, lantas semua orang berdiri rapat dibelakangnya, rela mati mendukung semua prinsip itu terwujud?

Di negeri di ujung tanduk, kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi
Di negeri di ujung tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian
Tapi di negeri di ujung tanduk, setidaknya, Kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis darah seluruh badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan.

You Might Also Like

1 komentar

  1. mantap..!!!
    Politisi tidak pernah percaya atas ucapannya sendiri. Mereka justru terkejut bila rakyat memercayainya. – Charles de Gaulle

    ReplyDelete

Subscribe