Tak Terlupakan Alunan Rumpun Bambu Saung Angklung Udjo

4:07 PM

Sudah bukan rahasia lagi bila Bandung termasuk kota wisata paling populer di Indonesia. Tak hanya cewek-ceweknya yang cantik, wisata alam, wisata belanja, maupun kuliner bahkan wisata dengan konsep yang unik pun bisa kita temukan disini seperti taman film maupun baca. Sebelum berangkat ke tempat ini, 4 tahun yang lalu saya bersama temanku dengan mengenakan vespa berangkat dari Cibarusah… yang gak tau Cibarusah bisa searching di google map disana lengkap bro.... Jaraknya lumayan jauh juga yang pasti sekitar 7 atau 8 kali kami mampir bukan buat shalat atau pun makan tapi mogok cuyy.. kalau dihitung-hitung makan dan mampir lain-lain bisa puluhan kali kayaknya, hahhahahahha salam satu aspal vespa MOGOKmu kawan.
Jalan-jalan kedua kalinya di tempat ini saya jadi sedikit lebih tau tentang daerah ini, meskipun agak lupa maklum sudah lama banget gak pelesiran kesini. Jalan-jalan ke Bandung tak hanya sekedar berbelanja maupun kuliner. Banyak pelajaran yang bisa didapatkan mulai dari dimana anak-anak Bandung tidak kehabisan akal untuk berkarya dan memperlihatkan karyanya di ruang-ruang publik, Pesona wisata alamnya yang menjadi salah satu wisata primadona di Kota Pringan, ditambah dengan wisata budaya yang masih bertahan di tenga modernisasi yang memiliki banyak cerita menarik yang berhasil saya abadikan. Senang berada di tempat ini, meskipun perjalanannya sedikit membingunkan sambung- menyambung dari satu mobil ke mobil lainnya, dari pintu satu ke pintu rumah lainnya untuk bertanya. Sepertinya tempat ini masih belum terlalu dikenal orang Bandung dan beruntung saya telah menginjakkan kaki kesana bersama temans-temans.
Lokasinya di Jalan Padasuka 118, Bandung Timur sekitar 500 meter dari perempatan jalan Padusaka dengan tiket masuk yang lumayan lahh Rp 60.000,00 (turis domestik) dan Rp100.000,00 (turis mancanegara) harga ini sudah termasuk souvenir berupa kalung berbandul angklung, brosur dan minuman gratis. Tidak hanya itu saja, di Saung Angklung Udjo kita dapat melihat langsung pembuatan alat musik Angklung. Saung Angklung Udjo menjadi sebuah tempat dimana kebudayaan lokal yang masih bertahan di tenga modernisasi dan yang paling menarik yakni anak-anak disekitar sinilah yang mempertahankannya, permainan musik Angklung dengan Tarian tradisional membaur dalam suasana riang gembira dimainkannya. Tidak hanya itu saja, wisatawan harus merasakan suara Angklung dimainkan dengan tangan sendiri karena alat musik ini khas dan menyimpan pesona kemolekan bentuknya dan irama. Saat digerakan maka Angklung menebar berjuta harmoni yang menyatu dalam suasana riang.
Menurut pembawa acara  hari itu, “Udjo Ngalagena sangat terinspirasi oleh filosofi gurunya Daeng Soetigna yang disingkat dengan 5M; Mudah, Murah, Mendidik, Menarik dan Masal. Kemudian, Udjo menyempurnakan filosofi ini dengan menambahkan satu nilai, yaitu Meriah. Prinsip-prisip ini kemudian dikembangkan menjadi sebuah konsep pertunjukan yang ideal dan dikenal dengan nama Kaulinan Urang Lembur. Sebuah pertunjukan yang memadukan unsur kesenian Sunda yang atraktif dan pendidikan. Selain itu juga, Angklung saat ini sudah terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Non bendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010. Hal inilah yang menjadi daya tarik dan alasan utama wisatawan mancanegara orang berkunjung ke Saung Angklung Udjo”. Saung Angklung Udjo merupakan sepenggal kisah bagaimana kekayaan budaya lokal masih dapat bertahan dan barakulturasi dengan desakan arus globalisasi. Ini merupakan tempat sempurna untuk menikmati kesegaran udara Bandung dan keindahan alunan nada-nada yang dihasilkan dari tumbukan bambu-bambu.
Alunan rumpun bambu Saung Angklung Udjo merupakan sketsa keindahan tempat ini dan beruntung kami dapat memainkannya bersama wisatawan mancanegara lainnya. Jadi selain mencoba alat musik, wisatawan juga diperkenalkan apa itu Angklung dan bagaimana perkembangannya sampai hari ini. Usai menikmati alaunan musiknya serta memainkannya sejenak saya berkelekar, dari tempat inilah saya merasakan kalau Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Bagaimana tidak hampir 90 % pengunjung saat itu merupakan wisatawan mancanegara dari berbagai Negara di belahan dunia, harusnya kita sebagai warga negara indonesia yang peduli dengan seni maupun kebudayaan lebih bisa menjaga dan mempromosikannya ke negara luar, itung… itung… bisa bantu pemerintah menambah penghasilan di sektor pariwisatanya cuyy…

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe