Misi Cabul Dibalik Kondomisasi, Safe Sex and Dual Protection!!!

4:44 PM

Masa remaja adalah masa dimana manusia lebih mudah dipengaruhi oleh lingkungan karena emosi pada masa itu dalam fase labil. Kadang gelap… kadang terang pula, baknya lilin yang diletakkan di ruang tenga dimana cahayanya bergerak mengikuti angin kecil yang bertiup.

Seperti yang dilansir dibeberapa media, golongan masyarakat yang mudah terjangkit virus ini yakni pengguna obat-obatan terlarang seperti narkotika kemudian orang yang gemar berhubungan seks dengan banyak pasangan. Wajar saja, sebab moral dan etikanya seringkali diabaikan bahkan sejalan dengan perkembangan zaman. Zaman makin maju dan perbuatan ikut maju, bahkan beberapa dari mereka dengan bangga mempopulerkan rasa percaya dirinya dengan berkata “Ini hidup dan harus dinikmati”. Semoga kita tidak masuk dalam golongan orang-orang yang sberkelekar seperti itu sebab ada dan banyak cara lain menikmati hidup.

Setiap tanggal 1 Desember Hari AIDS Sedunia digaungkan guna mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat tentang bahaya penyakit menular tersebut. Disamping itu Hari HIV/AIDS merupakan aksi untuk menunjukkan kepedulian terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Karena bagaimanapun penyebaran HIV/AIDS sendiri telah sampai kepada ambang yang memprihatinkan, untuk itu mari bersama-sama saling mengingatkan kembali untuk menghindari segala bentuk perilaku yang dapat mendekatkan kepada ancaman penyakit HIV/AIDS.
Misi Kondomisasi di Balik Isu AIDS
Penggunaan kondom aman tidaklah benar. Pada kondom (yang terbuat dari bahan latex) terdapat pori-pori dengan diameter 1/60 mikron dalam keadaan tidak meregang; dalam keadaan meregang lebar pori-pori tersebut mencapai 10 kali. Sementara Virus HIV sendiri berdiameter 1/250 mikron. Dengan demikian, virus HIV jelas dengan leluasa dapat menembus pori-pori kondom (Laporan dari Konferensi AIDS Asia Pacific di Chiang Mai, Thailand (1995).

Seperti yang dijelaskan teman saya yang kebetulan saat itu masih bekerja di bagian penyuluhan dan kerjanyanya bagi-bagi kondom. Menurutnya, saat ini kampanye penggunaan kondom semakin gencar dilakukan melalui berbagai media, dengan berbagai macam slogan yang mendorong penggunaan kondom untuk ‘safe sex’ (seks yang aman) dengan ‘dual protection’ (melindungi dari kehamilan tak diinginkan sekaligus melindungi dari infeksi menular seksual). Dan yang paling aneh… seanehnya kampanye kondom juga dilakukan dengan membagi-bagikan kondom secara gratis di tengah-tengah masyarakat seperti mal-mal dan supermarket bahkan ke tempat prostitusi.

Bagaimana hasilnya? Kenyataan berbicara lain kan, kondomisasi ini bukan hanya terbukti gagal mencegah penyebaran HIV/AIDS, namun malah semakin menyuburkan wabah penyakit HIV/AIDS. Kampanye kondomisasi malah menjadi boomerang, harusnya bisa mencari solusi lain bukan hal ini. Media utama penularan HIV/AIDS adalah seks bebas. Oleh karena itu pencegahannya harus dengan menghilangkan praktik seks bebas itu sendiri. Pendidikan seperti larangan mendekati zina dan berzina itu sendiri dan menutup aurat yang semestinya gencar dilakukan bukan bagi-bagi kondom. Semoga apa yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari AIDS seduania dengan upayanya dapat menjadi dorongan untuk kita agar bisa lebih baik. amin semoga bermanfaat.

For your information ;
Jika para remaja percaya bahwa dengan kondom mereka aman dari HIV/AIDS atau penyakit kelamin lainnya, berarti mereka telah tersesatkan (V Cline [1995], profesor psikologi dan Universitas Utah, Amerika Serikat).
Prof. Dr. Dadang Hawari (2002) pernah menuliskan hasil rangkuman beberapa pernyataan dari sejumlah pakar tentang kondom sebagai media penyebaran HIV/AIDS antara lain sebagai berikut:
1. Efektivitas kondom diragukan (Direktur Jenderal WHO Hiroshi Nakajima, 1993).
2. Virus HIV dapat menembus pori-pori kondom (Penelitian Carey [1992] dari Division of Pshysical Sciences, Rockville, Maryland, USA).


You Might Also Like

0 komentar

Subscribe