Duka Tahunan Tanah Air, "Menggugat Asap"

8:55 AM

Image from google
Jutaan warga merindukan langit biru di atas mereka setelah lebih dari 120 hari diselimuti kabut Asap. Terlalu banyak titik api diberbagai wilayah, sepertinya bakar lahan maupun hutan merupakan cara yg paling ekonomis untuk menambah pundi-pundi miliknya.

Ini seperti duka tahunan dibeberapa wilayah, tak sadar merekalah yang menyebabkan itu semua hingga Negara tetangga ikut memaki bangsa ini. Benar adanya selain faktor el nino, tangan manusia lebih berperan besar. Kini  asap membuat sesak dada masyarakat yang mulai tak saling peduli dengan aktifitas sesama mereka. Hampir setiap hari sirine yang mirip tanda waktu shalat masuk maupun buka puasa terdengar ditambah pemberitaan di tv yang membuat Kalimantan hampir menyaingi Riau dengan banyaknya tiik panas. Salut.... Kalimantan ikut-ikutan juga bakar... Bakar...
Jadi ingat kata Pak Distrik salah satu mahasiswa lulusan Ambon yang sekarang mengabdi sekaligus membantu usaha kami di pedalaman Papua "Waegethe" beberapa hari yang lalu di ujung telpon.

Menurutnya, kalian harus sayang dan menghargai apa yang kalian miliki. Kalau dalam bahasa kami PATRIA 'O' MUERTE !!! (TANAH AIR ATAU MATI !!!) GAIMA EKOWAIMAKOYOKAU !!! (BERPIKIR DAN BERGERAK !!!). Hal ini yang perlu kamu ingat kalau mau maju dan bertahan hidup, selebihnya Tuhan yang atur. Kalau di Papua kami hanya bertahan hidup saja tidak mengumpulkan sebanyak-banyaknya. Apa yang didapatkan hari ini cukup untuk hari ini tidak perlu memaksakan diri sampai besok. Meskipun saya distrik disini tidak ada pembeda saya dan mereka apalagi saat berada diluar. Kami sama meskipun saya Distrik. Saling tolong menolong bukan menodong dengan berbagai cara. Kami hidup berdampingan bersama alam juga, seperti inilah tanah papua bukan tempat untuk tanah pemberontak dan rakus yang meninggalkan jejak seperti daerah lainnya. Kalian bisa lihat hutan kami di pedalaman Papua masih asri tidak seperti di daerah lainnya yang penuh dengan titik api. hahahaha...

Image from google
Tenang saja asap punya cari sendiri memberi peringatan dan menampar manusia yang dengan sengaja menciptakannya.
Asap punya cara sendiri memberi peringatan pada manusia.
Asap akan menampar para pejabat yang pernah bersesumbar bisa mengendalikan kebakaran di daerahnya.
Asap juga menorehkan warna hitam di muka para pengambil kebijakan tentang buruknya implementasi aturan yang mereka buat.
Asap juga membuat sesak dada masyarakat yang mulai tak saling peduli dengan aktifitas sesama mereka.
Asap punya cara sendiri menghukum manusia yang secara sengaja melakulan ini semua.
Asap adalah selimut yang bagus untuk tidur bagi mereka yang dengan sengaja membuatnya.!!!!
Siapa yang harus bertanggung jawab atas kabut Asap ini!!!
Selamat bekerja dan menikmati asap di pagi hari

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe