CERITA DETHU DENGAN CAP RASIS!! PENGKHIANAT!! MISKIN MORAL!! TERHADAP SID

11:39 AM

Segala gempuran bertubi-tubi yang diterima oleh tiga sekawan ini sepanjang perjalanan karirnya dalam membentuk Superman Is Dead seperti sekarang ini menjadikannya sabar, bijak, dan tahan banting. Beragam kisah menarik disuguhkan dalam biografi band yang terbentuk sejak tahun 1995 yang dirilis 18 Agustus 2015, namun ada 3 poin yang menjadi topik utama dari biografi ini, yakni RASIS! PENGKHIANAT! MISKIN MORAL!



ketiga poin tersebut tersemat dalam perjalanan Superman Is Dead yang seiring waktu terus menanjak dari sebuah kolektif musik daerah hingga akhirnya bisa besar bahkan dikenal luas karena keputusan mereka untuk bergabung dengan record label major. Cap miskin moral juga tersemat karena alasan minuman bersubtansi alkohol yang sering mereka nikmati dalam beberapa kesempatan, yang dianggap sebagai bentuk contoh nyata kemerosotan moral dari para pemuda bangsa. Dalam buku “RPM” Oleh Dethu semuanya dibeberkan gamblang, baik lewat penjabaran ulang memori—sentimental journey!—dan mengapa Bob, Eka, JRX, sampai dicurigai anti orang Jawa—apa iya ada grafiti "F**k Java" yang dibikin SID di sebuah tembok di Poppies. Nah, biografi ini sengaja ditujukan kepada seluruh pihak yang selama ini berpersepsi negatif kepada SID.



Salah satu hal menarik dari buku setebal 250 halaman ini adalah adanya foto-foto SID dari masa ke masa. Menggambarkan dengan jelas dari mana mereka berasal, sebelum dikenal sebagai salah satu band terbesar di Indonesia saat ini. Selain dengan isi cerita yang sangat menarik, uniknya gaya penuturan biografi ini juga menjadi sesuatu yang spesial. Buku karya Rudolf ini dibuat dalam beberapa seri mini dan tidak seperti kebanyakan biografi yang dikemas dalam buku berhalaman tebal.

Rudolf sendiri menyadari jika sebagian besar generasi muda kini kurang akrab dengan bacaan-bacaan tebal yang dianggap melelahkan, oleh karena itu pembagian menjadi beberapa seri mini ini mungkin adalah langkah yang cukup tepat untuk bisa mengakomodir kebutuhan serta kemampuan pembaca dalam menerima apa yang hendak disampaikan melalui buku ini. Meskipun terbagi dalam beberapa seri, namun biografi ini tetaplah merupakan satu bagian utuh yang saling melengkapi satu sama lainnya.

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe